Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2010

Pidato Anak 12 tahun yang Membungkam Para Pemimpin Dunia di PBB

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn
Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan
Enviromental Children’s Organization (ECO). ECO sendiri
adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak lain mengenai
masalah lingkungan. Beberapa saat kemudian ECO diundang
menghadiri Konfrensi Lingkungan Hidup PBB; Severn yg
berusia saat itu berusia 12 tahun menyampaikan sebuah pidato
yg memberi kesan mendalam (dan membungkam) beberapa
pemimpin dunia.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak berusia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening?. Inilah isi pidato
tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

“Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O –
Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok
dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13
tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie,
Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami
menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil
untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa
bahwa anda harus mengubah cara anda hari ini di sini juga.
Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidak sama seperti kalah dalam pemi-
lihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini
untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya be-
rada di sini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia,
yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada di sini un-
tuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat, yang tidak
terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar. Saya merasa
takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubang
nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya,
hingga beberapa tahun yang lalu saat kamimenemukan
bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang
kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan
satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya hilang
selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kum-
pulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan
tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi
sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan ma-
sih ada untuk dilihat oleh anak sayanantinya. Apakah anda
sekalian juga khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika andasekalian masih berusia sama serperti saya
sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita.Walau demikian
halnya,kita masih tetap bersikap seolahkita masih punya
banyak waktu sertasemua pemecahannya.

Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menya-
dari bahwa anda semua juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada
lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan
salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-
binatang yang telah punah.Dan anda tidak dapat mengembali-
kan hutan-hutan seperti sediakala ditempatnya, yang seka-
rang hanya berupa padang pasir. JIKA ANDA TIDAK TAHU
BAGAIMANA CARA MEMPERBAIKINYA, TOLONG BER-
HENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha,
anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebe-
narnya anda adalah ayah,ibu, kakak dan adik, paman dan bibi,
atau bahkan kakek dan nenek– dan anda semua adalah anak
dari seseorang.Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya
tahu bahwa kita semua adalah bagian darisebuah keluarga
besaryang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30
juta rumpun;Dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di
planet yang sama – batas negara dan pemerintahan tidak
akanmengubah hal tersebut.Saya hanyalah seorang anak
kecil;namunsaya tahu bahwa kita semua menghadapi perma-
salahan yang sama,dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan
yang sama.Meskipun geram, namun saya tidak buta;dan
meski takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia
apa yang saya rasakan.

Di negara saya, sangat banyakterjadipenyia -nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan
kemudian buang.Tetap saja negara-negarakayati dak akan
berbagi dengan mereka yang memerlukan.Bahkan ketika
kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut jika kehi-
langan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan
sandang, pangan dan perumahanyang berkecukupan – kami
memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan
televisi.Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika
kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di
jalanan. Salah satu anak memberitahukan kepada kami: ” Aku
berharap bisakaya;Jika aku kaya, aku akan memberikan
anak-anak jalananmakanan, pakaian dan obat-obatan, tempat
tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada di jalanan dan tidak memiliki
apapunmasihbersedia untuk berbagi, mengapakita yang me-
miliki segalanya masih begitu serakah?. Saya tidak dapat
berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sa-
ma dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat mem-
buat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja men-
jadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio;
saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ;
seorang korban perang Timur Tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa
jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk
mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban
terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan
kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk
tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar,
membereskankekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak
menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak.
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda
ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini,
mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak
anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia
seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya
dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka
dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja, ‘kami
melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini
bukanlah akhir dari segalanya.” Tetapi saya tidak merasa
bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi.
Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.Jadi, apa yang anda
lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian
orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata
tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya! .

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang
Konperensi PBB, membungkam orang-orang penting dari
seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya
selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato
tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang
meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua sidang PBB mengatakan dalam
pidatonya: “Hari ini saya merasa sangat malu terhadap diri
saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa
pentingnya lingkungan dan isinya disekitar kita oleh anak
yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini
tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya
maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya … ,tidak,kita semua dikalahkan
oleh anak yang berusia 12 tahun ”

Mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di
dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat
dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus
bertindak untuk mencegah kehancuran duni, dengan ikut
menyebarkan tulisan ini.
(Copyright from: Moe Joe Free)





print this page Print this page

Senin, 04 Januari 2010

MENJADI SAKSI BERTEMPURNYA DOA DAN TAKDIR (cermin di TAHUN BARU)

Urip kuwi sejatine yo mung sadermo ngelakoni. Bungahing ati ora biso dikiro-kiro, semono ugo tekane susah yo ora biso dikiro-kiro. Dadi sejatine, titah kuwi yo koyo wayang sing diobahake karo dalang. Dalang sing sejatine dalang ora ono maneh kejaba gusti Allah kang akarya jagad. Kita semua sudah tahu bahwa 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi Allah sudah menciptakan qord makhluknya. Apakah kita akan pasrah kepada qodr?, ataukah kita tidak percaya dengan qodr?. Sebagai orang yang beriman kita harus selalu percaya dengan qodr. Satu-satunya cara untuk merubah qodr adalah DOA. Tiga kata ini akan mempunyai kekuatan yang luar biasa apabila kita meyakini/mengimami dan sungguh-sungguh dalam memanagement yang namanya doa. Untuk lebih yakin dengan yang namanya doa, silakan baca tulisan ini sampai habis, tulisan ini saya sadur dari saudara kita yang bernama Mas Tito Irawan, saya dapatkan tulisan ini di email saya, melalui milisjokam. Tulisan ini sangat bagus dan layak kita baca, kita fahami, kita renungkan dan akan banyak manfaatnya apabila kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Biar tidak penasaran silahkan baca artikel di bawah ini....untuk membacanya silahkan klik tulisan baca selanjutnya di bagian bawah yang berwarna merah.


Assalamu laikum Wr.Wb

Ada orang sekuler yang mengatakan bahwa 'DOA' adalah bentuk ketidakberdayaan manusia.
Kita jangan pernah percaya statement ngawur ini,karena Doa dalam Islam adalah justru upaya untuk mengubah ketidakberdayaan menjadi kekuatan baru.

Coba simak sabda Nabi Muhammad SAW : Doa itu senjata orang Iman,tiang agama,dan cahanya langit dan bumi (H.R.Hakim)

Dengan demikian,doa itu menjadi perisai kita dari segenap musibah.
Jika perisai doa lebih kuat dari musibah,ia akan menolaknya,dalam hal ini mengubah takdir buruk menjadi baik.
Tetapi jika musibah lebih kuat dari perisai doa kita,maka musibah akan menimpa kita.
Dan apabila perisai doa seimbang dengan kekuatan musibah,maka keduanya akan bertarung... .

Rasulullah SAW bersabda :
"Tidak ada gunanya waspada menghadapi takdir,namun doa bermanfaat menghadapi takdir sebelum dan sesudah ia turun.Dan sesungguhnya, ketika musibah itu ditakdirkan turun (dari langit),maka akan segera disambut oleh doa (dari bumi),lalu keduanya bertarung sampai hari kiamat" (H.R.Ahmad)

Makna dari sabda diatas intinya penegasan dari sabda Nabi SAW "Tidak ada yang bisa merubah Qodar kecuali Doa".
Meskipun takdir sudah diciptakan jauh sebelum kita dilahirkan,tapi kita diminta sebagai hambaNya untuk selalu berdoa agar takdir yang datang pada kita,sudah kita sambut dengan doa-doa yang selalu dan senantiasa kita panjatkan...
Sehingga apabila takdir baik yang datang,maka dengan doa yang kita panjatkan,dengan sendirinya kita akan mampu mengemban amanat mendapat takdir yang baik...

begitupun sebaliknya,bila meluncur takdir buruk/musibah datang dari Allah,kemudian sudah kita sambut dengan Doa yang kita panjatkan,maka kita akan kuat dan mampu mengembaan cobaaan/musibah yang diberikan.

Jadi sebagai manusia,kita tidak bisa merekayasa Qodar,tapi kita bisa merubah qodar dengan kekuatan doa kita...
Kita tidak ingin musibah jatuh dari pesawat, maka kita rekayasa dengan tidak naik pesawat seumur hidup kita,tapi kalau sudah takdirnya,bukan jatuh dari pesawat,tapi malah ketiban pesawat...
Kita tidak mau anak kita jatuh dari motor,kemudian kita rekayasa dengan tidak memperbolehkan anak kita naik motor...benar dia tidak pernah jatuh sedang setir motor,tapi dia jatuh dibonceng motor,karena memang sudah takdirnya harus jatuh dari motor....

Jadi sekali lagi kuncinya DOA...Kita harus menciptakan Doa menjadi sesuatu kekuatan,tapi bagaimana caranya?

Nah...ketika kita terimpit dan terlilit oleh problematika kehidupan,sesungguh nya yang dapat membuat kita bertahan adalah HARAPAN,
dan yang menghilangkan energi hidup kita adalah saat kita kehilangan harapan itu.
Maka dengan kita berdoa,sebenarnya kita sedang mendekati sumber dari semua kekuatan,dan apa yang segera terbangun dalam jiwa kita adalah harapan.
harapan itulah yang akan membangunkan KEMAUAN...dan kemauan inilah yang akan berubah menjadi Azam(TEKAD).

inilah gelombang jiwa yang dahsyat.Gelombang yang akan memberi daya dan energi yang dapat menggerakan raga kita untuk bertindak.kalau sudah seperti ini,yang kita perlukan hanyalah mempertemukan kehendak kita dengan kehendak Allah melalui Doa dan Tawakal...Fa idza azamta fa tawakal allallah (Al Imran 159)....Seperti itulah doa mempertemukan dua kehendak:Kehenak Allah dan kehendak manusia yang beriman...Itulah kekuatan Maha Dahsyat yang tidak ada satupun mahluk bisa mencegahnya bila kekuatan ini sudah bersatu....

Dengan petikan hadist di atas..ternyata kitalah orang iman yang menjadi pelaku dan sekaligus saksi bertemunya doa kita dengan takdir yang diturunkan Allah...

Kita tinggal melihat satu persatu turunnya takdir yang sudah kita doakan...
kita ikhlaskan takdir berjalan atas diri kita,kita yakini takdir ini adalah yang terbaik untuk kita...
karena kita sudah maksimal berdoa kepada Nya...
Pertanyaanya adalah sudah maksimalkah kita berdoa padaNya...
Kalau belum,sekaranglah saatnya di tahun yang masih baru ini, kita asah doa kita,kita perbanyak doa kita,kita perkuat azam kita,
setelah itu kita ikhlas dan tawakal atas semua takdir yang akan turun satu per satu di tahun ini,dan tahun tahun mendatang... .
Selamat Berjuang saudaraku... .

Wasalamu Alaikum Wr.Wb.
Oleh : Tito Irawan




print this page Print this page

Selasa, 15 Desember 2009

Mburu Uceng Kelangan Deleg

Urip kuwi sejatine yo mung sadermo ngelakoni. Bungahing ati ora biso dikiro-kiro, semono ugo tekane susah yo ora biso dikiro-kiro. Dadi sejatine, titah kuwi yo koyo wayang sing diobahake karo dalang. Dalang sing sejatine dalang ora ono maneh kejaba gusti Allah kang akarya jagad. Hidup itu sesungguhnya ya hanya sakdermo menjalankan, senangnya hati tidak bisa diduga begitu pula datangnya kesusahan juga tidak bisa di duga. Jadi sesungguhnya perjalanan hidup itu seperti wayang yang dimainkan oleh dalang. Dalang yang sesungguhnya dalang yaitu Allah yang menciptakan alam semesta. Allah SWT yang wajib kita sembah, yang telah menurunkan firmannya (Alqur'an) kepada Nabi Muhammad SAW. Alqur'an yang terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat berisikan perintah, larangan dan cerita. Perintahnya kita jalankan sepol kemampuan kita, larangannya kita jauhi sejauh-jauhnya, ceritanya kita percayai.

Namun demikian dalam kehidupan kita sehari-hari kadang-kadang kita masih sering melalaikan kewajiban ibadah. Contohnya sholat, ketika suara adzan sudah berkumandang kita masih asik bekerja. Anak-anak masih asik main bola, yang hobi nonton bola larut dalam menontonnya, ibu-ibu yang senang dengan sinetron tidak mau ketinggalan alur ceritannya, remaja yang sedang mendengarkan musik larut dalam kesenangannya. Begitulah iblis menggoda anak turun adam sehingga dia lalai dalam beribadah kepada Allah. Dikelilingi surga dengan sesuatu yaang membencikan, sebaliknya di kelilingi neraka dengan sesuatu yang menyenangkan. Saya jadi teringat dengan ucapan seorang ustadz, namanya ustadz Abdul Syukur, dalam kesempatan memberikan pemangkulan Alqur'an dia sering memberikan nasehat kepada kita "jangan sampai kita mburu uceng kelangan deleg". kalau tidak salah arti sanepa itu artinya memburu atau mengejar Uceng (sumbu) tetapi kehilangan pokok lampunya atau kata lain Mengejar hal-hal yang sekunder tetapi justru kehilangan yang primer.Bisa juga diterjemahkan dengan meninggalkan kewajiban yang lebih pokok ya sama saja dapat ucengnya tetapi kehilangan delegnya.

Begitu juga orang mengusahakan kebahagiaan dalam hidup, sering orang kemudian mengejar bagaimana mempunyai harta yang berlimpah, agar hidupnya gampang, enak dan tidak rekoso sampai anak cucunya, tetapi disatu sisi banyak kewajiban yang lebih esensial justru terlewatkan, agama tak terurus,ngajinya tidak tertib, shodaqohnya kelendran, membaca alqur'an 3 ayat dalam satu hari satu malam kelewatan, karena kecapaian sholat subuhnya kesiangan, mendidik dan mendampingi anak tak sempat,anak ngak ngaji, ngak sholat dibiarkan, giliran anak tidak sekolah di marahi habis-habisan, dengan keluarga tidak dekat, hati tidak tentram, ya sama saja dengan dapat uceng tetapi kehilangan delegnya.

Pikirkan sekali lagi apa sebenarnya tujuan kita diciptakan (tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah), tujuan kehidupan kita (ingin mencari surganya Allah dan terhindar dari nerakanya Allah), rumuskan visi kehidupan kita (menyembah kepada Allah sampai tutuk ajal patinya), misi bagi keluarga kita (menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rohmah). Lalu munculkan pada strategi kita menjalani hidup untuk mencapai visi kita. Ketika visi itu kuat yakinlah bahwa anda tak akan mudah tergoda untuk menggebu-gebu mengejar uceng tetapi justru kehilangan delegnya.

Semoga artikel ini ada manfaat dan barokahnya. Amin




print this page Print this page

Senin, 14 Desember 2009

Enake Sak Klenteng Susahe Sak Rendeng

Urip iku mung sakdermo, sak dermo menjalankan apa yang sudah di qodr oleh Allah SWT. Ketika kita diqodr oleh Allah bisa menetapi agama islam yang berpedoman Alqur'an dan AlHadist (hidayah), maka peparing ini harus selalu di syukuri. Sebab hidayah yang diberikan oleh Allah ini nilainya lebih baik daripada apa-apa yang mereka kumpulkan (harta). Kita hidup pada suatu zaman yang penuh dengan kemaksiatan setiap detiknya dimana mata kita melirik maka kita akan selalu dibenturkan dengan pemandangan yang membuat kita jauh dari Allah,jauh dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya.Akan kita rasakan betapa asingnya kita hidup didunia ini. Bila kita tidak kuat-kuat menjaga agama kita maka sungguh kita akan mudah tergelincir dan terperosok dalam kubangan dosa dan maksiat .Hanya kepada-Nyalah kita meminta pertolongan…

Pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang semakin tidak ada jarak, ditunjang oleh kemajuan zaman yang semakin canggih membuat hubungan mereka semakin intim dan tidak sedikit yang akhirnya terjadi perzinahan. Bagi pelaku zina akan timbul penyesalan yang luar biasa, akan menderita bathinnya. Ada sebuah ungkapan yang sering saya dengar dari seorang ustadz "enake sak klenteng susahe sak rendeng". Kalau menurut saya definisi dari ungkapan di atas adalah enaknya sedikit susahnya sangat besar. Klenteng adalah biji kapas yang warnanya hitam, keras dan kecil sedangkan rendeng adalah mangsa penghujan yang cukup lama.

Untuk itu kita sebagai umat islam harus bisa membentengi diri kita dari perbuatan zina.Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yakni kemenangan atau kesuksesan Iblis dalam menggelitik potensi kepenasaran seksual manusia, maka Islam pun memberikan tuntunan-tuntunan mengenai interaksi antara pria dan wanita. Tuntunan-tuntunan tersebut membentuk suatu pola pergaulan yang khas Islam, yang jika dicermati, merupakan suatu pola pergaulan yang elegan dan modern, beradab dan estetis. Kesan ini hanya bisa dirasakan oleh mereka yang mempunyai hikmah, kebijaksanaan.

Selanjutnya, mari kita menyimak apa yang ingin dikatakan oleh Al-Qur’an.

“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu keji (fahisyat) dan jalan yang buruk”

“Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah kepada mereka dari balik hijab. Yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka”.

Dari ayat pertama kita bisa memahami bahwa Allah melarang segala bentuk perbuatan yang bisa mendekatkan manusia kepada zina. Sementara dari ayat kedua, kita bisa memahami bahwa Allah memerintahkan manusia agar menjaga kesucian hatinya. Dua kata kunci, tidak mendekati zina dan menjaga kesucian hati, merupakan landasan kita dalam membahas masalah etika interaksi antara pria dan wanita.

Urip iku mung sakdermo,mari kita jaga diri kita dari perbuatan zina dengan cara banyak mengkaji Alqur'an dan Alhadist, setelah kita kaji kita amalkan isinya agar kita mendapatkan pahala yang besar disisi Allah . Diakhir tulisan ini sekali lagi saya katakan bahwa zina itu "enake sak klenteng susahe sak rendeng".




print this page Print this page

Jumat, 04 Desember 2009

Urip Mung Sakdermo

Urip kuwi sejatine yo mung sadermo ngelakoni. Bungahing ati ora biso dikiro-kiro, semono ugo tekane susah yo ora biso dikiro-kiro. Dadi sejatine, titah kuwi yo koyo wayang sing diobahake karo dalang. Dalang sing sejatine dalang ora ono maneh kejaba gusti Allah kang akarya jagad. Ing samubarang gawe lan ing samubarang kahanan sing dadi kasunyatan urip, mestine kudu dilakoni kanti sabar, sukur, lilo lan legowo. Ora ono maneh, yo mung kuwi. Hananging, titah kuwi ugo diparingi pilihan soko gusti Allah. Sakabehing tumindak, pangucap, pangroso, prakaryo kudu dinalar piye carane supoyo biso dadi apik, sing sejatine sakabehing doyo kuwi yo soko paringane gusti Allah. Arep ngalor ngidul ngetan ngulon, yo gusti Allah sing ngobahake. Dadi sepisan maneh, urip ki mung sadermo ngelakoni. Sopo kang bisa ngelakoni kanti lilo legowo, yo iku sejatine suwargone gusti Allah ing alam donya.Ya Allah paringono sabar, sukur, lilo lan legowo.

Sumber :Ahbabul Mustofa Purwodadi




print this page Print this page